015_TROIS_CARACTERISTIQUES
Tiga Karakteristik Keberadaan
Les Fondements du Bouddhisme
Buddha mengajarkan bahwa semua fenomena yang terkondisi memiliki tiga karakteristik universal :
Istilah
Sanskerta : Trilakṣaṇa (त्रिलक्षण)
Pali : Tilakkhaṇa
Etimologi
Istilah ini berarti :
— Tri / Ti : tiga ;
— Lakṣaṇa / Lakkhaṇa : tanda, karakteristik, ciri khas.
Tiga Karakteristik merujuk pada tiga realitas fundamental yang diamati oleh Buddha dalam semua fenomena yang terkondisi.
Ini merupakan salah satu dasar pemahaman Buddhis tentang dunia.
Terjemahan dalam Bahasa-bahasa Utama Buddhisme
Sanskerta : Trilakṣaṇa
Pali : Tilakkhaṇa
Tiongkok : 三法印 (Sān Fǎyìn)
Tibet : ཆོས་ཀྱི་ཕྱག་རྒྱ་གསུམ་ (Chö Kyi Chakgya Sum)
Jepang : 三法印 (Sanbōin)
Korea : 삼법인 (Sambŏbin)
Vietnam : Tam Pháp Ấn
Thailand : ไตรลักษณ์ (Trailak)
Inggris : Three Characteristics of Existence
Prancis : Trois Caractéristiques de l'Existence
Definisi
Buddha mengajarkan bahwa semua fenomena yang terkondisi memiliki tiga karakteristik universal :
AniccaKetidakkekalan.
DukkhaKetidakpuasan.
AnattāTanpa-diri.
Ketiga realitas ini dapat diamati secara langsung dalam kehidupan sehari-hari dan dalam meditasi.
Memahami karakteristik ini secara bertahap mengarah pada kebijaksanaan.
Karakteristik Pertama
ANICCA
Ketidakkekalan.
Semua berubah.
Musim berganti.
Tubuh berubah.
Emosi berubah.
Pikiran berubah.
Tidak ada yang tetap sama dari satu momen ke momen berikutnya.
Lihat juga :
007_ANICCA
Karakteristik Kedua
DUKKHA
Ketidakpuasan.
Karena segala sesuatu berubah, makhluk hidup melekat pada apa yang tidak dapat dipertahankan selamanya.
Ketegangan ini menciptakan :
— frustrasi ;
— ketakutan ;
— penderitaan ;
— ketidakpuasan.
Lihat juga :
006_DUKKHA
Karakteristik Ketiga
ANATTĀ
Tanpa-diri.
Tidak ada fenomena yang memiliki esensi permanen dan independen.
Apa yang kita sebut « aku » adalah kumpulan proses yang terus-menerus berkembang.
Lihat juga :
008_ANATTA
Mengapa ketiga karakteristik ini penting?
Karena karakteristik ini memungkinkan kita melihat realitas sebagaimana adanya.
Semakin kita memahami :
ketidakkekalan,
ketidakpuasan,
dan ketiadaan diri yang tetap,
semakin sedikit kita melekat pada ilusi.
Pemahaman ini membuka jalan menuju kebebasan batin.
Tiga Karakteristik dalam Meditasi
Meditasi Buddhis mengajak untuk mengamati secara langsung :
— perubahan sensasi ;
— kemunculan dan hilangnya pikiran ;
— pergerakan emosi ;
— sifat terkondisi dari setiap pengalaman.
Pengamatan ini secara bertahap mengubah cara hidup.
Pemahaman menurut Tradisi
THERAVĀDA
Tiga Karakteristik membentuk dasar meditasi Vipassanā.
MAHĀYĀNA
Karakteristik ini mengarah pada pemahaman yang lebih dalam tentang saling ketergantungan dan kekosongan.
VAJRAYĀNA
Karakteristik ini terintegrasi dalam pengenalan langsung terhadap sifat pikiran.
Gambar dan Simbol Terkait
DAUN MUSIM GUGUR
Anicca — ketidakkekalan.
GELOMBANG
Dukkha — gerakan keberadaan yang tak henti.
AWAN
Anattā — ketiadaan bentuk tetap.
SUNGAI
Arus perubahan yang terus-menerus.
Konsep Terkait
006_DUKKHA
007_ANICCA
008_ANATTA
009_KARMA
010_SAMSARA
014EMPATKEBENARAN_MULIA
019MULIAJALAN
030_KEBIJAKSANAAN
Kutipan
« Semua hal yang terkondisi adalah tidak kekal. Semua hal yang terkondisi adalah tidak memuaskan. Semua fenomena tidak memiliki diri. »
— Ajaran fundamental Kanon Buddhis
Buddhachannel — Sebuah Latihan Sederhana
Hari ini, pilih satu pengalaman dari hari Anda.
Sebuah emosi.
Sebuah pikiran.
Sebuah sensasi.
Amati selama beberapa saat.
Kemudian tanyakan pada diri sendiri :
Apakah itu berubah?
Apakah itu memuaskan saya secara permanen?
Apakah itu benar-benar "saya"?
Pengamatan sederhana ini membuka pintu menuju salah satu kebijaksanaan Buddhisme yang paling mendalam.
Kata Kunci
Trilakṣaṇa • Tilakkhaṇa • Anicca • Dukkha • Anattā • Ketidakkekalan • Tanpa-diri • Kebijaksanaan • Meditasi • Pencerahan
Ensiklopedia Buddhis Multibahasa Buddhachannel
015TIGAKARAKTERISTIK
/glossaire/trois-caracteristiques
tanda tangan resmi « aliénor & alain – buddhachannel »