SUTTA PITAKA : Ajaran Hidup Sang Buddha
SUTTA PITAKA
Ajaran Hidup Sang Buddha
Apa itu Sutta Pitaka ?
Sutta Pitaka adalah salah satu dari tiga bagian besar Kanon Buddhis kuno, yang disebut Tipitaka ("Tiga Keranjang"). Ini mengumpulkan ribuan ajaran yang diatribusikan kepada Buddha historis, serta beberapa murid utamanya. Kata Sutta berarti "wacana" atau "ajaran". Selama beberapa abad setelah wafatnya Buddha, ajaran-ajaran ini disampaikan secara lisan oleh para biksu sebelum ditulis di Sri Lanka sekitar abad ke-1 SM. Sutta Pitaka saat ini merupakan koleksi perkataan Buddha terbesar yang tersimpan di dunia.
LIMA KOLEKSI UTAMA
Sutta Pitaka terdiri dari lima kumpulan besar:
1. Dīgha Nikāya Wacana-wacana panjang. Di dalamnya ditemukan ajaran lengkap tentang meditasi, etika, masyarakat, kematian, atau jalan Pencerahan.
2. Majjhima Nikāya Wacana-wacana panjang sedang. Ini adalah salah satu koleksi yang paling banyak dipelajari saat ini. Ajaran-ajarannya seringkali sangat praktis dan mudah diakses.
3. Saṃyutta Nikāya Wacana-wacana yang dikelompokkan berdasarkan tema. Mereka membahas kesadaran penuh, emosi; agregat, ketidakkekalan, penderitaan, pembebasan.
4. Aṅguttara Nikāya Wacana-wacana yang diklasifikasikan berdasarkan angka. Buddha sering menyajikan daftar: 3 kualitas, 4 landasan, 5 rintangan, 7 faktor Pencerahan, 8 unsur Jalan Mulia.
5. Khuddaka Nikāya "Koleksi Kecil". Ini berisi beberapa teks Buddhisme yang paling terkenal: Dhammapada, Jātakas, Sutta Nipāta, Udāna, Theragāthā, Therīgāthā.
Mengapa Sutta Pitaka begitu penting?
Sutta Pitaka sering dianggap sebagai sumber terdekat dari ajaran asli Buddha. Di dalamnya kita menemukan kebijaksanaan praktis, psikologi pikiran, ekologi kesadaran, etika kebaikan hati, seni hidup yang didasarkan pada pengamatan realitas. Ajaran-ajaran besar ini tidak menuntut kepercayaan. Mereka mengundang untuk bereksperimen.
Sang Buddha mengusulkan: « Datang dan lihatlah. »
Apa yang bisa Sutta Pitaka berikan kepada kita hari ini Dalam dunia yang ditandai oleh stres, kecepatan, konflik, ketidakpastian, kelebihan informasi, sutta mengingatkan kita pada kebenaran sederhana: bernapas sebelum bereaksi; mengamati sebelum menghakimi; memahami sebelum mengutuk; melambat sebelum kelelahan; menumbuhkan kebaikan hati sebelum ingin mengubah orang lain. Sutta Pitaka bukanlah buku agama melainkan panduan transformasi batin.